
Banyak orang menceritakan hate-crime yang terjadi di jalan2 yg dipicu perbedaan ras. Korbannya orang kulit berwarna, either Turki/Maroko/Item dll. Katanya ada juga hate-crime yg dipicu perbedaan agama. Trus? Sampai kemarin, the idea of hate-crime seemed surreal to me. Saya gak percaya itu bisa terjadi apalagi di kota-kota besar yang penduduknya sudah terbiasa dengan keberadaan orang-orang dari berbagai bangsa dan agama.
Sampai kemarin... saya baca blog teman yang menceritakan dia disiram yoghurt di stasiun metro gara-gara dia pake jilbab.
I mean, seriously WHAT IS THIS, people? WHAT'S WRONG WITH THE WORLD? Kalo ini kejadian di kota macam Assendelft atau apa kek, kota kecil lain dimana banyak simpatisannya kakek satu ini ya masih bisa dimaklumi. Ini terjadi di Amsterdam!! Amsterdam, for f*ck sake! The melting pot of Holland!!
Plus, I know this friend of mine and how she dresses in daily basis. Does she dress provocatively (ex. pake burqa, pake baju panjang item-item)? Nope! Bahkan dia biasa aja, pake jeans, pake cardigan, pake jilbab warna cerah. Has a very respectful job, smart and friendly. So?
I thought for once we are all becoming more and more civilized every day. Ternyata masih ada orang2 menyedihkan yang hidup dalam tempurung. Menelan bulat-bulat berita-berita ga jelas dari media media semacam Telegraaf yang hyper-dramatic. Jadi korban hyperrealism yang percaya bahwa orang Islam itu identik dengan orang bersorban yang naik kuda sambil bawa pedang sambil teriak La Ilaaha Illallah dan memenggal kepala orang-orang. Hello guys? Don't you know the propaganda theory? How media coverage is determined by their owner's political needs? Oops. I forgot I'm talking to the wrong audience.




