Saturday, August 29, 2009

Dream crib


Perkenalkan, rumah kami berdua. Ukurannya 18 m2 saja, letaknya di lantai sembilan. Terdiri dari 1 kamar ukuran 3x4, kamar mandi, dan gang sempit menuju pintu keluar.

Di sisi seberang jendela ada sofa bed, yang kalau dibuka ukurannya 120x200 - pas untuk dua orang. Kemudian jemuran baju yang tergantung di pintu, yang kalau lagi penuh bisa merebakkan wangi harum, lumayan buat gantinya aromatherapy :) Di dua sisi kanan-kiri ada money machine kami berdua. Pertama sisi meja kerja: dua meja belajar dengan satu PC dan satu Mac. Lalu disisi lainnya ada pantry mungil kami berdua. Kedua-duanya sumber pemasukan dan rejeki bagi keluarga kecil kami. Sisanya hall kecil menuju pintu keluar, kamar mandi, jendela lebar dan pintu menuju balkon. Ya, sebanyak itu. Semuanya bernaung di petak kecil ini.

Alhamdulillah... all in all, flat mungil kami berdua ini sempurna keadaannya. Dibersihkan dua-tiga kali dalam seminggu. Penempatan perabotnya teratur dan semua sudut ruang berfungsi optimal. Semua itu cukup membuat kami berdua nyaman tinggal disini.

"Apa kalian nggak kepingin pindah ke rumah yang besar?" suatu waktu ibuku bertanya.

Tentu saja, satu hari nanti - mungkin setahun atau dua tahun lagi - kami harus pindah dari rumah petak ini. Tentunya ke apartemen hunian keluarga yang lebih besar dari sekadar flat. Tapi kami juga tidak membayangkan rumah besar bertingkat-tingkat dengan kebun luas berisi pohon nangka-duren-pisang-jambu dan kolam ikan yang luas :] Di Belanda ini luas tanah terbatas, tidak seperti di Indonesia misalnya. Rumah besar dengan kebun luas terlalu mahal dan susah didapat. Lagipula, kami berdua ini "manusia apartemen". In fact, we grew to adulthood living from apartement to apartement. Jadi jujur saja kami berdua lebih ngiler-ngiler membayangkan balkon di lantai 12 dengan pemandangan gedung-gedung pencakar langit daripada kebun berisi bermacam-macam pohon buah...

Intinya, kalau ditanya seperti apa rumah impian kami, jawabnya gampang: we dream of a crib, not a castle. Rumah mungil yang bersih, teratur, dan bisa berfungsi jadi sumber kehidupan kami berdua. Ada ruang keluarga yang nyaman...

Dan dua kamar tidur atau tiga...

Sudut untuk meja kerja yang nyaman, sewaktu-waktu saya atau suami harus bekerja dari rumah tentu saja dengan powerful desktop iMac... hahaha....

Dapur, tidak usah besar-besar asal ideal dengan ventilasi bagus...

A nice balcony with beautiful view towards the city; glowing red sunset draped in the background...

A little girl and a little boy...

And a fluffy, tabby cat named Pixel. :]

[update: ternyata reaksi suami waktu mendengar nama "Pixel" untuk future-kucing-peliharaan bukannya excited, tapi memicingkan mata dengan pandangan are-you-kidding-me-get-out-what-the-hell-???!! (reaksi yg persis plek seperti saat mendengar ide nama "Yohanna*" untuk future-daughter... ahiks -_-)]

*) Both of us dreamed of conceiving our first child (daughter, hopefully) at Johannesburg whilst away for a trip to watch the 2010 World Cup final in South Africa... hence the name Yohanna :P

Thursday, August 27, 2009

Hoera...

After a long period of hesitation, I just came to a decision.. to blog publicly again. Meaning: putting my URL on my social-media pages..., typing in my blog address on to my name card (maybe, hahah), letting people from the wider blogosphere informed about the existence of this blog. Another thing (which is the best part) is that I can drop some "hi" or comments at random blogs without having to appear anonymously! Also thinking to post in English from now on, but let's see.

Anyhow, just a humble attempt to overcome my long winding writer's block. Maybe I could re-capture my active imagination again, by getting back to the game, and eventually able to write some good pieces like I did in the old days. Perhaps just in Bahasa Indonesia to start with, but who knows.

I've also donned a nice, customized template to celebrate, yay! Thanks, btemplates.com. (And thanks also to... my sudden urge to play around with simple HTML, I guess? Considering it's something I haven't done in, what, 3 months? Ugh, I really gotta start living again.)


Kiss kiss,

-N

*p.s. there are links to my coroflot and my recipes-blog (which is written in Bahasa Indo). Njoy!

Tuesday, August 25, 2009

The cauldron... it's steaming, my child!!!!

Man-teman,

Seiring dengan kembalinya cemplon di dunia baking n cooking (note: kembali berarti dilakukan secara rutin setiap hari demi suami tercinta :D), maka dengan ini cemplon memulai niat tulus ikhlas mendokumentasikan resep (lagi). Bukannya sebelum ini cemplon gak pernah masak blas. Masak sih, tapi mood-mood'an. Lebih sering bikin tumis ngasal daripada masakan yg bener... (lebih sering lagi dengan tega membiarkan - atau menyuruh! - Komar yg masak, wkwkwkwkwk)

Nah, daripada resep kececeran dimana-mana, mending disusun di cooking diary yang bener. Supaya gampang kalau mau liat2 lagi :)


Silakan kalau mau ikutan liat2! Moga2 berguna.


Love,

N

--------
*pics courtesy of witchdoctor.wordpress.com

Monday, August 24, 2009

17 jam



Alhamdulillah, 2 hari pertama Ramadhan terlalui dg sukses. Lumayan kuat, mungkin karena minggu2 sebelum Ramadhan aku juga udah mulai puasa duluan, nyaur utang puasa tahun lalu. Jadi perut udah terbiasa. Alhamdulillah.

Sahur jam 4 dan buka baru jam 9 malam, woo... awalnya kedengeran serem. Keluarga & teman2 di Indo sampe bolak balik tanya "Lama banget... nggak berat tah?" Tapi ternyata setelah dijalani, alhamdulillah biasa2 aja. Kuncinya supaya kuat puasa justru dengan tetap menjalani aktifitas spt biasa. Soalnya kalau diam aja atau tiduran sambil menghitung2 jam buka malah kerasa lebih lama. Kunci kedua adalah sahur. Sebisa mungkin makan sahur, makanan yg decent seperti nasi dan lauk pauk seadanya juga minum air putih yg banyak di malam hari.

Juga kalau bisa konsumsi karbohidrat yg banyak, jangan mimik kopi (hiks!!! T_T) dan jangan minum yang manis-manis saat sahur. Kenapa? Pertama, soal kopi: karena kopi itu sifatnya diuretic alias ngosongin usus dg cepat, bikin perut gampang kosong - hence, kembung. Kedua, soal gula: karena mengkonsumsi terlalu banyak gula membuat kadar insulin/ gula darah kita cepat naik lalu turun dengan drastis. Padahal kadar insulin yg stabil adalah yg kita butuhkan untuk menghindari lemas seharian. Ada tips bagus dari detikhealth soal makanan yg dianjurkan saat sahur: "Saat Sahur Jangan Makan Yang Manis-manis" Tipsnya terbukti manjurrr :)

---------------

Alhamdulillah, Ramadhan sudah tiba lagi. Nikmat berbuka puasa membuatku sadar betapa indahnya anugerah sederhana berupa makanan dan minuman, walau hanya sekedar teh manis dan tempe goreng. Kegembiraan sederhana yang begitu sering terlupa dan terabaikan di bulan-bulan lain, tertutup dengan keinginan-keinginan duniawi lain yang lebih muluk. Ramadhan juga membuatku ingat dengan mereka-mereka yang kekurangan, yang tak mengeluh walau harus beraktifitas dengan perut lapar selama 365 hari dalam setahunnya. Terimakasih ya Allah untuk segala nikmatMu.



Thursday, August 20, 2009

Bromo-Pananjakan, Mei 2001

Permisi, numpang nostalgila sebentar ya... :)

Teringat masa-masa itu, Mei 2001...

Berjam-jam lamanya kita semua seperjalanan, perjalanan menuju tiga hari petualangan kita di Bromo dan Pananjakan. Menumpang "kol-kolan", kendaraan minibus pelat hitam yang biasa mengangkut penumpang antar kota-kota kecil. Dengan "kol" itupun kita berkendara dari Malang ke Pasuruan. Berhenti di terminal Pasuruan, kita oper naik "kol" lain yang lebih kecil ukurannya, mungkin sebesar mikrolet. Melanjutkan perjalanan ke desa kaum Tengger di Tosari, melintasi jalan berkelok-kelok mendaki bukit. Kemanapun kita memandang, deretan terasering yang hijau asri seakan tak berujung. Lebatnya bermacam pohon menemani
perjuangan si "kol" mungil yang terengah-engah mencoba mendaki lereng curam. Walaupun suara pedal gas dan kopling yang bergantian meraung dan berdecit terkadang membuat kita deg-degan, tapi hawa pegunungan yang segar menyambut memasuki sela-sela jendela mobil kembali menentramkan hati kita. Subhanallah...



Dan akhirnya, sampai jugalah kita di desa itu. Desa Wonokitri, tempat tinggal para suku Tengger, yang tersembunyi dengan nyaman di sela lereng gunung. Tugu-tugu pemujaan kecil nampak jelas dimana-mana, lengkap dengan sesajen dan semerbak wangi menyan yang terbakar, khas pemukiman kaum Hindu. Sesekali terlihat anjing-anjing kecil berlari-larian bersama anak-anak. Dan dipucuk desa kitapun turun. Lekas menuju rumah-rumah penduduk yang baik hati dan bersedia menampung kita selama dua malam. Dan kitapun rela tidur seadanya beralas tikar, memakan masakan sederhana yang dimasak ibu-ibu dengan penuh sukacita. Tempe goreng, sambel terasi, indomie kuah, sayur beningan dan nasi... semua kita
lahap dengan nikmat untuk mengusir udara dingin. Dan di pagi hari buta saat kita semua harus mandi, aku teringat juga betapa dinginnya air yang mengalir dari keran di desa itu. Wuih, kalau air ledeng Malang masih oke, air ledeng Batu lumayan menggigit... yang ini lebih dahsyat lagi!!! :) :)


Tapi, klimaks terindah dari kenangan manis itu, buat aku, adalah menjelang subuh di hari terakhir petualangan kita. Pukul 3 pagi lebih, kita semua sudah siap dan segar, menuruni lereng desa bersama-sama warga yang akan memulai aktivitas mereka di kota. Kemudian di tempat penjemputan yang sudah disetujui, sebuah truk besar datang untuk mengangkut kita menuju Pananjakan. Truk bak terbuka!!

Lalu, dengan berjejal-jejalan di bak truk, kita susuri lereng-lereng gunung Pananjakan yang lebih landai dan ramah. Dengan beratapkan langit pagi yang bertabur bintang, kita berusaha duduk senyaman mungkin, bersenda gurau, berhimpitan saling menghangatkan. Terkadang jaket kita selimutkan ke tubuh kita, sebisa mungkin agar mengusir dinginnya hawa pagi pegunungan. Ya, walaupun kita anak kota Malang yang letaknya di kaki gunung, tapi hawa Pananjakan memang jauh lebih dingin dibanding di kota kita :)

Dan sambil bercanda dan mengobrol riang, kita tak hentinya memandang langit yang mengatapi perjalanan kita subuh itu. Indahnya!! Kita melihat ribuan bintang berkerlip beralaskan langit yang biru beludru. Tidak ada awan, tidak ada mendung, membuat langit pagi itu sungguh cerah dan menakjubkan....


Simply one of the best moments in my life...

Pengen banget... bisa berpetualang di alam terbuka lagi... tp adakah tempat seindah itu di Eropa? I don't think so.... :(

-------

*pics courtesy of v1olet@vanillaseven, airmengalirsampaijauh.blogspot.com & bloodroseangel.deviantart.com

I am baaaack....

...Though not fully functioning. Lagi sakit :(

Kalo lagi sakit, ga bisa melakukan semuanya dg maksimal. Masak contohnya. Masak soto rasanya kayak jamu (kebanyakan kunir & kemiri kayaknya.. uhh!) Bikin donat adonannya kurang elastis, jadinya rasa donat tapi tekstur olliebollen. Uh :(

Semoga cepat sembuh...